Tepi Barat, Palestina memanas. Saat ini, 910 orang tewas dan lebih dari 5.700 lainnya terluka akibat serangan militer Israel. 44.000 penduduk Jenin, Tubas, Tulkarem dan Timur Yerusalem mengungsi, berdasarkan data yang dilansir oleh AA, Aljazeera & OCHAGambar ini bukanlah di Gaza melainkan di Jenin Camp, Tepi Barat yang terjajah disaat Israel melakukan operasi militer pada February 2, 2025. [Raneen Sawafta/Reuters]
Setelah wilayah Gaza mencapai gencatan senjata Israel saat ini mengalihkan serangan militer besar-besaran melawan orang-orang palestina di Tepi Barat yang terjajah, Selain korban jiwa, infrastruktur pendidikan, dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan parah, bahkan 35 persen penduduk Jenin juga tidak memiliki air.
Pasukan penjajah memberlakukan zona militer yang ketat, sehingga warga beberapa blok perumahan dilarang bepergian, bekerja, atau berjual beli. Blokade ini terjadi di Jenin dan Tulkarem untuk melaparkan penduduk kota itu.
Sementara itu, penggusuran terhadap Al-Maqdisi, atau penduduk Baitul Maqdis, semakin masif. Begitu juga penggalian oleh penjajah di kawasan Tembok Buraq.
Keutamaan membantu dan berinfak untuk Masjidil Aqsha telah jelas:
Dari Maimunah (binti Sa’ad), maula Nabi ï·º , dia bertanya, ”Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.
Maka beliau menjawab, “Tanah tempat bertebaran dan tempat berkumpul, datanglah ke sana dan shalatlah di dalamnya, karena satu shalat di dalamnya sama dengan seribu shalat.
Dia (Maimunah) bertanya (lagi), ”Bagaimana jika engkau melihat orang yang tidak mampu shalat (di sana) dan tidak mampu mendatanginya?”
Beliau menjawab, “Hendaklah engkau mengirimkan minyak untuk meneranginya, karena siapa pun yang mampu mengirimkannya, seolah-olah dia telah shalat di dalamnya.” (HR Ahmad).
Bantuan dana sangat dibutuhkan saudara kita di Tepi Barat. Segera salurkan hadiah terbaik kita untul menerangi Masjidil Aqsha!